Oleh : Fathul Rahman )*
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi solusi strategis dalam upaya meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak-anak di Indonesia. Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi bagi kelompok rentan, tetapi juga membangun kebiasaan makan sehat yang dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas hidup masyarakat.
Dengan pemenuhan gizi yang baik, anak-anak memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara optimal, baik dalam hal fisik maupun intelektual. MBG diharapkan menjadi fondasi bagi generasi yang lebih sehat dan cerdas, yang pada akhirnya dapat berkontribusi lebih baik dalam berbagai aspek kehidupan.
Kolaborasi antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan DPR dalam sosialisasi program ini di Cikarang Utara, Bekasi, menegaskan pentingnya pemenuhan gizi bagi anak-anak agar mereka dapat belajar dengan optimal, berprestasi, dan berkontribusi kepada masyarakat. Moh Ibnu Holdun dari BGN menjelaskan bahwa program MBG bertujuan untuk meningkatkan akses makanan bergizi, memperluas pengetahuan tentang gizi, serta mengoptimalkan pola makan sehat.
Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak-anak, mendorong kesejahteraan petani, peternak, nelayan, serta pelaku UMKM lokal, mengurangi angka kemiskinan, dan membangkitkan semangat anak-anak untuk bersekolah.
Dalam implementasinya, MBG memperkenalkan komposisi gizi yang lengkap dengan kandungan karbohidrat, protein, sayur, dan buah, sehingga masyarakat mendapatkan asupan gizi yang seimbang. Program ini menjadi langkah konkret dalam memperbaiki kondisi gizi nasional dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Dukungan penuh juga datang dari anggota Komisi IX DPR, Obon Tabroni, yang menegaskan bahwa program MBG sangat penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Stunting dan malnutrisi masih menjadi tantangan besar yang harus diatasi, dan program ini diyakini dapat menjadi solusi utama dalam mencegah masalah gizi yang berpotensi menghambat pertumbuhan generasi mendatang.
Berdasarkan hasil riset, Indonesia diproyeksikan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045. Oleh karena itu, program MBG menjadi elemen kunci dalam mempersiapkan generasi yang sehat, produktif, dan siap bersaing di tingkat global. Langkah ini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi bangsa.
Pemerintah Kota Makassar juga turut memberikan dukungan penuh terhadap program MBG sebagai bagian dari Asta Cita Presiden dalam mengatasi stunting di Indonesia. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan komitmennya saat menerima audiensi dari Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang tergabung dalam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) BGN.
Muhammad Abdillah Satar dari SPPI Kota Makassar menjelaskan bahwa MBG ditujukan bagi kelompok rentan, terutama anak-anak tingkat TK hingga SMP, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di bawah dua tahun (baduta). Program ini tidak hanya berfokus pada intervensi gizi, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan UMKM dalam penyediaan bahan baku makanan.
Setiap dapur SPPG ditargetkan melayani hingga 3.500 penerima manfaat, dengan alokasi khusus sebesar 10 persen bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta. Pemanfaatan bahan baku dari UMKM lokal menjadi kebijakan utama guna memperkuat ekonomi masyarakat sekitar, menciptakan lapangan kerja, serta memastikan pasokan bahan pangan yang segar dan berkualitas.
Dalam menanggapi hal ini, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa Pemkot Makassar siap menjadi garda terdepan dalam implementasi MBG di wilayahnya. Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah akan menugaskan satu perwakilan di setiap kecamatan untuk mengoordinasikan program ini. Sekretaris camat akan berperan sebagai Satuan Tugas (Satgas) MBG guna memastikan kelancaran distribusi dan pengawasan pelaksanaan program agar dapat berjalan efektif dan efisien.
Selain itu, Pemkot Makassar juga menunjukkan kesiapan dalam mendukung infrastruktur yang dibutuhkan, termasuk pembangunan dapur SPPG apabila diperlukan. Langkah ini akan dilakukan dengan menggunakan anggaran daerah maupun melalui kemitraan dengan berbagai pihak. Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, diharapkan program ini dapat berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Komitmen pemerintah daerah terhadap program MBG menjadi bukti nyata dalam upaya menekan angka stunting serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan strategi yang jelas dan keterlibatan berbagai pihak, program ini diharapkan dapat menjadi solusi komprehensif dalam menangani permasalahan gizi yang masih menjadi tantangan di Indonesia.
Keberhasilan MBG akan sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, serta masyarakat. Langkah-langkah strategis yang telah dirancang harus diimplementasikan dengan baik agar dampak positifnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Dengan komitmen yang kuat, MBG berpotensi menjadi program berkelanjutan yang tidak hanya menangani permasalahan gizi tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.
Pemerintah dan masyarakat perlu terus berkolaborasi agar program ini dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan adanya MBG, diharapkan Indonesia dapat membangun generasi muda yang lebih sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Keberlanjutan program ini menjadi tanggung jawab bersama demi menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan berdaya saing tinggi di kancah global.
)*Penulis merupakan Pengamat Kebijakan Publik